Masalah Perekonomian Jadi Pemicu Serangan Jantung Pada Wanita

Baca Juga: Aktivitas Fisik yang Pas untuk Penderita Gangguan Jantung



Orang obesitas yang tubuhnya terlihat 'sehat' tetap perlu berhati-hati. Hasil studi dari Denmark menunjukkan, orang obesitas tanpa tekanan darah tinggi atau gejala penyakit lain tetap berisiko terkena penyakit jantung di kemudian hari.

Selama ini banyak orang yang menganggap mereka dengan berat badan berlebih ataupun obesitas dengan pola hidup sehat itu bakal tetap sehat. Nyatanya, lewat studi ini terbukti tetap ada risiko terkena penyakit yang rentan menyerang orang dengan kelebihan berat badan.

"Orang-orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas terkait dengan risiko terkena diabetes dan penyakit jantung. Mendapatkan berat badan yang sehat dengan cara sehat itu penting untuk menurunkan risiko terkena penyakit tersebut," kata peneliti senior, Kristine Faerch Steno Diabetes Center di Denmark mengutip Fox News, Senin (27/3/2017).

Fakta ini diketahui setelah peneliti melakukan analisis terhadap 6.200 wanita dan pria di Denmark selama 10 tahun. Peneliti melakukan analisis dalam tingkat kolesterol, gula darah, serta indeks massa tubuh.

Lalu, partisipan terbagi dalam kategori metabolisme sehat yakni memiliki kondisi tubuh yang sehat, serta metabolisme sehat yakni memiliki salah satu masalah baik pada kolesterol, gula darah atau indeks massa tubuh yang terlalu tinggi.

Hasilnya hanya ada tiga persen partisipan atau 58 pria dan 113 wanita dengan kategori obesitas dengan metablisme tubuh sehat dari awal studi dilakukan. Sekitar 40 persen menjadi memiliki metabolisme tidak sehat di lima tahun pertama studi.

Lalu, orang obesitas juga mengalami penurunan fungsi organ tubuh dan nyeri tubuh lebih tinggi dibandingkan orang dengan berat badan normal. Sehingga peneliti menyarankan orang obesitas untuk rutin memeriksa kondisi tubuhnya.

"Sehingga penting bagi orang dengan obesitas bila ingin hidup lebih lama lebih baik rutin kontrol kesehatan jantungnya," kata Joshua Bell dari University of Bristol yang tidak terlibat dalam penelitian.
Back To Top